Vidi Aldiano


i will tell you why we love vidi aldiano


Nama lengkap : Oxavia Aldiano
biasa akrab didengar Vidi Aldiano

Twitter : @vidialdiano
Facebook : Vidi Aldiano Full , Vidi Aldiano dua


Vidi Aldiano (lahir di Jakarta, 29 Maret 1990; umur 21 tahun; terlahir dengan nama Oxavia Aldiano) adalah seorang penyanyi Indonesia. Vidi telah mengeluarkan album yang berjudul Pelangi di Malam Hari dan Lelaki Pilihan. Vidi juga pernah mengikuti festival Java Jazz 2005. Vidi juga membawakan beberapa lagu daur ulang berjudul Cinta Jangan Kau Pergi yang pernah dipopulerkan oleh Sheila Madjid dan Nuansa Bening yang dipopulerkan oleh Keenan Nasution. Vidi Aldiano dipercaya oleh bapak Susilo Bambang Yudhoyono[1] untuk membawakan lagu ciptaan pak SBY yang berjudul Jiwaku Terang Di Malam Itu . Vidi Aldiano juga memiliki fans club bernama VIDIES . fansclub ini memiliki anggota lebih dari 1000 orang di seluruh Indonesia, Malaysia, Singapore dan juga Brunei serta beberapa orang Indonesia yang tersebar luas di negara negara lain seperti Australia, Arab Saudi, dll. Vidi Aldiano sangat mengapresiasikan semua yang dilakukan VIDIES untuknya.


LATAR BELAKANG

Mahir Bermain Piano Sejak Usia 3 Tahun, laki-laki bertinggi berat 178 cm / 65 kg ini dibesarkan dalam keluarga yang mempunyai apresiasi tinggi akan musik. Melalui bimbingan ibunya yang merupakan guru piano, Vidi sudah mengenal tuts piano sejak umur 3 tahun. Di usia 2,5 tahun, ia sudah meraih juara kedua menyanyi untuk tingkat kanak-kanak. Jadilah semenjak di sekolah dasar Vidi diandalkan sebagai duta kesenian sekolah.

Beranjak remaja, Vidi jatuh hati dengan biola dan serius menekuni alat musik tersebut. Saat duduk di SMU, Vidi mulai tergabung dalam band. Prestasinya di band ditunjukkannya dengan meraih juara pertama dalam 1ncredible Band Festival 2007. Prestasinya sebagai penyanyi solo pun tak kalah membanggakan.

Karier keartisan Vidi berawal ketika sang ayah, Harry Kiss, seorang pemilik usaha event organizer terkenal menyadari bakat terpendam anaknya dan menawarkan album demo kepada teman-temannya pemilik perusahan rekaman. Sayangnya, album demo tersebut ditolak karena tren penyanyi solo pria tidak populer saat itu. Setelah enam kali mengalami penolakan dari perusahaan rekaman, akhirnya pada tahun 2009 produser musik Lala Hamid tergerak untuk memproduseri single Vidi setelah terpukau akan penampilan Vidi dalam sebuah kesempatan.

Comments

Popular Posts