BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Wednesday, April 22, 2015

Godaan kehidupan metropolitan dan misteri

Kasus menarik .


Pembunuhan
 "One Night Stand Girl"
Vs Gaya Hidup Kota Metropolitan

Kota Metropolitan, Jakarta .
Mendengar kalimat diatas apa yang anda bayangkan?

1.  Kota yang menjanjikan untuk mencari uang dengan jenis pekerjaan beragam dan semua umur dapat bekerja.

*Bagaimana tidak? Mari saya ajak anda berfikir. 
Pernahkah terfikir mempekerjakan bayi atau balita? Fenomena "bekerja segala usia" terjadi di kota ini. 
Tengok saja di lampu merah ibukota sebagai contoh sederhana, banyak pengemis yang mengikutsertakan bayi dalam aktifitas "meminta minta", sangat miris bukan? ya, tapi ini realita kehidupan disini. 
Balita pun sudah bekerja sendiri sebagai "pengemis" ntah darimana datang "ide" yang nyeleneh begini, mereka pun berbentuk organisasi yang dikelola "preman".

Segalanya terasa sangat mungkin dikerjakan demi mendapat penghasilan guna bertahan hidup / survive di kota ini. Kerasnya kehidupan disini, dari rakyat kecil sampai milyarder pun akan melakukan apapun.

2. Gaya Hidup (Lifestyle) yang bermacam (variasi) bebas dan "gaul".

*Kehidupan di pusat kota jakarta memang  identik dengan kehidupan "malam". Pergaulan di jakarta yang identik dengan "kebebasan" membuat kaum urban disini (berbagai usia) tergoda. 

*Namun demikian, kerasnya kehidupan jakarta sangat terbukti. 

 - Dugem : Dunia Gemerlap, yang identik dengan nightlife, kehidupan malam.

"Kenikmatan Dunia banyak ditawarkan di kota metropolitan ini, you can doing anything in this city". 
Jakarta's Underground menjadi sebutan untuk nightlife, lifestyle yang identik dengan pergaulan jakarta.
Baik, Buruk, Halal, Haram.
membuat banyak orang khilaf menghalalkan segala cara demi duniawi :))

Main Topic yang ingin saya bahas disini adalah mengenai kasus yang unik yang menimpa "one night stand girl" yang sangat heboh dan menjadi trending topic di social media "twitter".

Bermula dari berita kematian janda cantik dikamar kos nya sendiri
(Kasus ini unik, saya sendiri mengikuti kasus di twitter).


Inilah Kronologis Lengkap Terbunuhnya Empi dan Tertangkapnya Pelaku 
(Sumber : www.tribunnews.com)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deudeuh Alfi Sahrin alias Empi (26) masih hidup dan tengah bermain game pada Jumat (10/4/2015) pukul 17.00 WIB. Dia tak tahu bahwa ajal hanya berjarak tiga jam lagi.
Empi adalah korban pembunuhan oleh seorang guru privat matematika bernama Muhammad Prio Santoso (24). Empi dibunuh di kamar kosnya Jalan Tebet Utara 1 nomor 15 C RT/RW 07/010, Tebet, Jakarta Selatan. Dia adalah pekerja seks yang melayani tamunya di kamar kos tempat Ia terbunuh.
Di hari Jumat pekan lalu, beberapa jam sebelum pembunuhan, Empi masih sempat disapa oleh Andre (69), rekan kosnya. Andre menyapa Empi saat hendak pergi rapat pukul 15.00 pada Jumat (10/4/2015). Dan Andre memuji Empi begitu cantik karena badannya kelihatan mengurus.
Kemudian pukul 17.00 di kamarnya di lantai dua rumah kos Ia terbunuh, Empi masih sempat bermain game di macbook miliknya. Seorang pembantu, Juliana Ulfa (22) sempat melihat itu, tapi tak menyapa.
Setelah itu Empi masih meneruskan main game. Sampai kemudian pembunuhnya, Prio Santoso datang pukul 19.30 malam di hari Jumat pekan lalu itu.
Mereka bercinta, tapi di tengah permainan Prio kehilangan gairah karena dicela badannya bau. Dia membunuh Empi sekitar pukul 20.00 dengan cara mencekiknya sampai kehabisan oksigen. Kemudian lekas kabur pukul 20.15. Prio hanya 45 menit bertemu Empi, kemudian membunuhnya.

Setelah itu kamar kos Empi kemudian hening sepanjang malam, dan sepanjang pagi sampai malam hari pukul 19.00 pada Sabtu (11/4/2015) kamar Empi sunyi. Icang, seorang lelaki pesuruh kos sadar Empi tak keluar sejak Sabtu pagi itu meminta agar penjaga kos mengecek kamar.
Mereka kemudian membuka kamar dengan kunci cadangan dan Empi ditemukan tewas dengan kondisi leher terlilit dan mulut tersumpal kaus kaki. Tubuhnya telanjang.
Polisi mengolah TKP dan menemukan berbagai petunjuk. Mulai dari buku tamu berisi nama para pelanggan Empi. Lalu kondom berisi cairan sperma, serta sebuah ponsel milik Empi.
Polisi melakukan penyelidikan secara gabungan. Polsek Metro Tebet memburu, begitu juga Polres Metro Jakarta Selatan dan Unit 1 Subdit Jatanras Polda Metro Jaya yang dipimpin Komisaris Buddy Towoliu.
Buddy mengaku, pihaknya baru bisa melacak posisi pelaku pada Selasa (14/4/2015) malam. Pelaku terdeteksi berada di wilayah Jalan Batu Tapak 1, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor.
Buddy dan anggotanya meluncur ke lokasi dan menemukan bahwa lokasi itu berada di dekat Stasiun Bojong Gede. "Kami sampai di lokasi pukul 03.30 subuh," ucap Buddy kepada wartawan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Rabu (15/4/2015) siang.
Itu ternyata sebuah rumah dimana pelaku tinggal bersama istri dan anaknya. "Pelaku kami tangkap saat sedang tidur. Dan istrinya kaget sekali," ucap Buddy. Apalagi Prio sudah punya anak, dan istrinya kini tengah mengandung anak kedua Prio.

Sejak terjadi peristiwa ini, anehnya runtutan hal negatif banyak terungkap, dari kawasan V-Street, dll.


Sejak saya mengikuti kasusnya, saya menarik kesimpulan. 

Sosok korban anak yatim piatu semenjak lahir, dia menikah di usia belia (kurang lebih 13tahun) sehingga sudah mempunyai anak, tidak adanya kiblat dan panutan orangtua, lalu perceraian, membuat korban pun terlibat pergaulan yg mungkin pada awalnya terpaksa, gaya hidup konsumtif metropolitan, teman teman hedonisme pun membuat korban menjadi psk online, bisyar (bisa dibayar). Korban pintar dalam marketing, dia hanya mencari uang, tidak ingin terlibat hubungan lebih dengan klien, di samping itu, dia juga mempunyai kehidupan pribadi sendiri, niat berhenti dan pergi dengan pacar bule merupakan bukti. 
Pembunuh yg awalnya pun tidak berniat, tiba tiba emosi dengan hal sepele, orang dengan kecerdasan yg baik dan juga taat pada agama. 

Hmm banyaknya komentar miring celaan dan judge pun bermunculan. 

Sepertinya karakter saya tidak terlalu peduli kata orang banyak, selalu ada hikmah dari setiap kejadian. Apapun profesi dan kehidupan korban itu menjadi tanggung jawabnya, dan tentunya pelaku sudah diurus oleh yang berwajib setimpal dengan yang diperbuat dan hukum yang berlalu di indonesia. Misteri akhirnya terungkap
Rest in peace (RIP) Deudeuh :))

Adrs
andinadyahratnasari@gmail.com
andinadyahratnasari@yahoo.com






0 komentar: