BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Wednesday, April 8, 2015

Menilik Kisah Dari Kisah - Kisah

Hello blogger. 

I'm on passion wrote something .. Hehe 

Dan untuk kali ini, saya ingin membahas mengenai berita yang akhir akhir ini lumayan menarik banyak perhatian public. 

*Mengenai relationship, kepercayaan, antara perempuan dan laki laki, serta dampak dampaknya.




Zulfik*r R.D , anak dari tokoh DM
[yah, siapa lah saya, lebih baik saya samarkan saja nama nama tersebut] :)) 

ZR yang melakukan blind date, perkenalan melalui social media ini, melanjutkan pdkt dengan RR melalui trip, selama 12 hari. 
(Ybs menceritakan detail cerita kisah mereka berdua melalui blog pribadinya)

https://rianararakalsum.wordpress.com/2015/03/15/me-and-zulfikar-rakita-dewa/


Miris.
Tidak bermaksud bagaimana, saya melakukan opini ini dengan terbuka dan general. (saya rasa ini negara demokrasi, semua berhak bersuara, saya tidak mengenal mereka semua, hanya case ini saya ingin jadikan topik pembahasan pada blog saya, karena banyak saya temui pada kejadian nyata). 

Dari cerita tersebut, hubungan terjalin atas dasar saling mau dan sadar. 
Dari pihak lelaki, belum menikah, dari pihak perempuan pun sudah tidak berstatus menikah. 
(Terlepas dari agama, saya mengomentari secara general dan luas) 
Tidak ada yang salah jika kedua nya trip bersama dll. 

Lelaki memang di ciptakan mempunyai hasrat yang lebih tinggi. Sehingga sebaik baiknya lelaki yang dapat mengontrol hal tersebut dia dapat dikatakan beriman. 

Dalam case disini, yang menjadi permasalahan adalah "janji" sang lelaki berjanji (mengimingi) "pernikahan" dengan "perempuan" . 
Setelah hal tersebut terjadi, lelaki lupa seolah tidak terjadi apa apa, "lisan" dan tidak tertulis, demi menuntut semua, perempuan mengumpulkan bukti bukti dan menuntut hak. (RR cukup beruntung, karena dia masih mempunyai bukti kuat, keberanian, mungkin karena notabene dari keluarga terpandang sehingga pengakuan dan penuntutan "diabsahkan" oleh pihak pihak terkait) 
Lain hal dengan kebanyakan perempuan di luar sana, yang juga mungkin pernah ada case serupa (mungkin tidak harus trip,dll) 
Berhubungan dengan pria pria, diimingi janji manis, terbuai, dan terlupakan (terabaikan, red.)

Melihat potret case ini, miris sekali. 
Ada sebab akibat dari semua ini. 

Seandainya para pria dapat dengan "gentle" berkata jujur. 
Dalam case seperti ini terjadi misunderstanding relationship. 

Wanita tersebut mau melakukan hubungan intim karena diimingi "pernikahan" oleh sang pria. 
Sedangkan sang pria berniat untuk iseng dan mengikuti hasrat belaka. 

Wanita tersebut memakai perasaannya dalam relationship ini, sedangkan pria hanya ingin memuaskan hasrat sesaat.

Celakanya lagi, sang lelaki ini sudah mempunyai calon istri (pacar) yang akan dia nikahi, ntah sedang bermasalah dalam hubungan, jenuh, ataupun tidak ingin memberi noda kepada kekasih yang dia seriusi.

Jika sang pria menjelaskan tujuan dari awal, sehingga wanita tidak berharap dan menuntut pertanggungjawaban, mungkin mereka dapat terlibat dalam 
"friend with benefit" atau "relationship with benefit" 

Selesai semua, selesai pula hubungan mereka, sang pria pergi dan lupa, kemudian kembali kepada pelabuhan cintanya. Karena memang dari awal dia tidak ingin serius (hubungan jangka panjang dengan wanita ini).

Kemudian ketika RR sudah menyadari perbedaan dari ZR, yang mungkin seperti tidak terjadi komitmen apapun mulai mengumpulkan bukti dan mengadu ke pihak pihak berwajib. 

Kepercayaan dari perempuan itu akan janji menikah dari sang lelaki, yang ternyata hanya bentuk lain dari ucapan semata karena menginginkan suatu hal, terus mengusiknya untuk menuntut. 
Dimana dilain kehidupan, ZR dan NR (pacar) sudah mempunyai rencana membina rumah tangga kedepannya, hubungan yang sudah cukup lama dibina dan direstui pihak keluarga. 


Dalam case ini semua dirugikan, nama baik, aib.

Semoga dari kasus ini kita semua dapat semakin wise dalam membina relationship dengan pasangan. Pembelajaran dan hikmah dapat kita pelajari dari kasus ini. 


So, ladies, jaga selalu prinsip hidupmu, perempuan bagaikan harta di dunia, kalian begitu indah, sehingga banyak sekali yang ingin memiliki keindahannya, tetapi, seseorang yang ingin memiliki mu seutuhnya akan menjaga mu sampai dia dapat mempertanggungjawabkannya kelak di depan Tuhan, Orang Tua/wali mu :'))


Sekian tulisan ini, terimakasih untuk menghargai pendapat, ini pendapat dan opini, tidak bermaksud memihak atau pun bagaimana dari case diatas, hanya menjadi inspirasi dalam menulis. 
Allah Bless You :))

Adrs 
andinadyahratnasari@gmail.com
andinadyahratnasari@yahoo.com

0 komentar: